CHEZ INSAN BANGSA FOUNDATION
Yayasan CHEZ Insan Bangsa (2023) bemulai dari Yayasan sosial Anal Bangsa (Angsa) yang bergerak di bidang pendidikan pada tahun 1998. Berkonsentrasi memberikan pendidikan pada anak kurang mampu dan anak – anak jalanan dengan memberika mereka bimbingan:
A. Mata pelajaran
B. Keterampilan
C. Ujian persamaan setiap 6 bulan sekali
Akta Notaris
Yayasan CHEZ Insan Bangsa
Akta No. 18. tgl 18 Juli 2023
Siti Nur Isminingsih, SH, Notaris Kota Bekasi
Nama Perusahaan : CHEZ International Corporation
Pendiri : Nina Setiawati M.Pd
Tahun Berdiri : 2000 (ikut dari logo CHEZ Insan Bangsa)
Bidang Usaha : Jasa
Layanan Jasa : Pendidikan
Alamat : Jatiwarna, Kota Bks, Jawa Barat 17415 | Menara 165 lantai 4, Jl. TB Simatupang Kav. 1 Cilandak, Jakarta Selatan – 12560 |
Telp: +62 877 4738 2128 |
Email : chezincroporation@gmail.com
Website : ielts.chezfoundation.com
Media Sosial : @chezschool | @englishglobalinstitute
Visi CHEZ International Corporation:
Menjadi lembaga pendidikan yang unggul, dengan standar internasional dan berlandaskan nilai-nilai Islam, yang menghasilkan siswa-siswi tangguh, terampil dalam keterampilan hidup, menguasai bahasa asing, serta berakhlak mulia. CHEZ International Corp berkomitmen memberikan akses pendidikan berkualitas bagi semua lapisan masyarakat, menjadikan pendidikan yang berbasis Islam dan internasional sebagai hak bagi setiap individu.
Misi CHEZ International Corporation:
1. Menyediakan program beasiswa dan ekstrakurikuler yang berbasis ajaran Islam dan standar internasional, agar setiap anak dapat memperoleh pendidikan yang berkualitas.
2. Mengembangkan kurikulum yang mengintegrasikan prinsip-prinsip Islam, keterampilan hidup, serta penguasaan bahasa asing, untuk mempersiapkan siswa menghadapi tantangan dunia global.
3. Membangun siswa-siswi yang memiliki karakter kuat, berakhlak mulia, serta menghormati sesama, sehingga mereka dapat memberikan kontribusi positif bagi masyarakat dan dunia.
Part 2 CHEZ IIBS
27th Dec 2024
Menjalani dan merasakan serta terus berusaha memberikan konsep pendidikan holistik yang sustainable …di CHEZ IIBS. Konsep pendidikan yang bernuansa Islami yang menenangkan hati, penuh dengan langkah langkah kecil detil Kurikulum Islamic International yang sudah diujicobakan puluhan tahun scr sporadik small atau medium cluster.dan dengan beberapa jenis lapis perekonomian.
Kami yakin bahwa pendidikan itu membutuhkan ketenangan dan pengalaman dan pemahaman holistik yang dikaji terus hingga bisa menghasilkan metode dan kurikulum pendidikan yang tepat guna untuk seluruh siswa yang memiliki keanekaragaman karakter dari diri sendiri maupun lingkungannya. Untuk setiap breakthrough ideologi pendidikan terbaru, kami selalu ujicobakan dan lakukan analisis pada proses yang dilakukan, memahami kondisi hambatan dan peluang serta hasil anak didik .
GPD Kurikulum adalah kurikulum internasional dan diadaptasikan dengan kurikulum nasional dengan menggunakan Cross Language Program .Pada prinsip dasarnya adalah memfasilitasi sekolah dan anak didik dengan sistem terpadu Pendidikan Berbagai Bahasa Tematikal utk seluruh mata pelajaran jenjang Usia Dini hingga Perguruan Tinggi.
Napak Tilas CHEZ IIBS
Segala sesuatu selalu menjadi kenyataan bila hal tersebut berada dalam.hati dan setiap langkah kehidupan kita.
Perjalanan panjang yang bila dikenang selalu menjadi kebahagian dan kekuatan hati. Perjalanan kehidupan yang penuh dengan perjuangan dan juga semangat tak kenal lelah mengikuti semua jalur kehidupan dan pekerjaan yang membuat hari hariku selalu penuh kegiatan bermanfaat.
Diawali dengan keterlibatan pada dunia sosial disaat meja kuliah di UI. Yayasan Angsa , panggilan kami Angsaers untuk yayasan anak putus sekolah kami tahun 1999. Sebagai mahasiswi Sastra Perancis UI, banyak anggapan sekitar yang kami sandang. Sebagian besar berfikir bahwa kami adalah fashion berjalan yang hidup dalam dunia ekslusif kami. Bila memang benar tanggalan adanya saat itu, aku tidak banyak memikirkannya. Kehidupan pulang pergi yang jauh dari rumah dan pesan ayahanda untuk selalu harus pulang sebelum Maghrib, membuatku selalu harus efisien menjaga waktu kegiatanku. Kuliah hingga siang hari memang luang walaupun masih ditambah kerja kelompok , namun pada dasarnya dapat diatur dengan baik, karena sebagian besar bisa dilakukan di rumah dengan komputer.
Lalu mulailah mengenal Angsa , dan jatuh cinta pada kegiatanku bersama adik adik angsa. Tak kurasakan tatapan lain atau anggapan anggota senior di Yayasan. Aku hanya memiliki waktu terbatas dan juga senang dengan segala kegiatanku dengan adik adik Angsa. Hubungan kami tidak.hanya di yayasan, namun saling mengunjungi rumah masing masing dan mereka seringkali menginap di rumahku Kala akhir pekan saat aku mulai bekerja paruh waktu di GTZ MoEc , Kementrian Pendidikan Jerman di Indonesia, Bundaran HI.
Kami memasak, belajar, bercengkrama tamasya di pinggir kali di dekat desa mereka. Lain waktu, kami berbelanja bersama untuk membeli barang barang yang akan mereka jual di desa seperti jilbab, bedcover dan baju baju. Aku mengajari mereka melakukan pembukuan, hal yang bahkan tidak aku lakukan . Aku menjadi akuntan mereka , dan membuat mataku menjadi terbuka bahwa bisnis memang nyata dan bila dilakukan akan menghasilkan keuntungan besar dan terlihat di buku pertama akuntansiku. Aku tidak pernah belajar akuntansi tapi bisa mengira ngira ,.kolom.apa.yang dibutuhkan. Kami semua senang, bisnis yang menguntungkan .
Kehidupan terus berjalan , aku kian sibuk dengan pekerjaanku , berlanjut mengajar murid Indonesia dan koreaku dan juga kemudian diangkat menjadi PNS di Depdiknas. Double job yang kulakukan Depdiknas dan mengajar murid murid asing Korea memberikanku banyak sekali limpahan rejeki dalam Dollar. Aku ingin lebih memanfaatkan waktuku lebih baik dengan bergabung di YISC AlAzhar dan mulai berorganisasi dan membentuk Lembaga bahasa Inggris dengan nama.MLC Moslem Language Club’ YISC. Keseruan yang kurasakan tiap weekend dengan menjalani kuliah agama di pagi hari dan lanjut beraktivitas bersama teman temanku yang menyukai bahasa Inggris. Kegiatan kami selalu penuh dengan peserta. Lalu…aku harus memilih, meninggalkannya.
Merambah pada dunia yang berbeda , memutuskan untuk menikah dan melanjutkan kehidupan lain, membina , mendidik dan melindungi anak anakku. Tidak pernah pergi dari keinginan mendidik dan menghasilkan suatu sistem pendidikan dalam.rumah dan lingkungan sekitar yang terbaik dan termudah serta mendukung masa depan yang cerah dengan menggunakan bahasa Inggris sebagai penguat sistem.
Mulai dari mengajar lalu jatuh cinta padanya. Mencoba mencari cara yang tepat dan baik serta menghasilkan siswa siswi yang berprestasi di sekolah internasional maupun nasional melalui Murid murid les ku yang semua berasal dari Korea. Penuh puluhan tahunku dengan ritme padat menemani anak anak , ibu dan para CEO Samsung , LG, Korean Bank dan bermacam.CEO Pabrik Garmen Korea .
Hidupku penuh dengan mengajar, belajar dan bercengkrama dengan keluarga CEO ini.
Kulihat kehidupan nyata mereka , masuk dalam rumah mereka selama puluhan tahun. Itulah yang menjadi kekuatanku, bahwa bila seorang diri aku bisa membantu mereka di ranah internasional, tentu bisa kubuktikan anak anakku juga bisa mendapatkannya. Kuberikan full pendidikan yang terbaik pada anak anakku dan juga pada murid murid Indonesia ku yang berada di Free Class rumahku 2x seminggu sejak aku berhenti menjadi PNS. Kulanjutkan semua pembangunan materi mengajarku dan kuujicobakan pada siswa siswi dari berbagai sekolah minoritas . Hasil tidak pernahengecewakan, pada World Book Day UNESCO di Indonesia, kaminmemvawa pulang 18 piala dari 28 piala yang diperebutkan dengan sekolah nasional maupun internasional lainnya. Alhamdulillah
Kegiatanku terus berjalan dan anakku kian besar, sekolah mereka menjadi target ujicoba ku kembali mengembangkan teknik GPD yang mulai kususun dengan murid murid Korea dari sekolah International ku. Aku selama 26 tahun mengajar siswa siswi dari hampir seluruh sekolah internasional di Indonesia.
Murid Korea pertamaku …jujur aku lupa namanya, tinggal di Puri Casablanca tahun 1998.
Lalu grup murid kedua bernama Park Da Eun JIKS dan Raffles dan Park In Ho purely JIKS ., tinggal di Emerald apartment .tahun 1998 hingga 2003 ketika aku menikah mereka datang ke pernikahanku lengkap dengan grup ibu mereka yang juga muridku.
Grup ke 3
Seo Jung and s
27th December 2024
My 💕Korean Students all over international schools in Indonesia
Emerald APARTMENT, Bangunan hijau yang sekarang tepat berada di samping IBIS Hotel.
Banyak sekali muridku di apartemen ini , saat itu usiaku baru 20 tahun, dan mengalir untaian pertemanan ku dengan anak anak dan ibu ibu muda Korea …12tahun lebihvaku mengajar di apartemen ini rasanya, sjk masih single hingga punya 2 anak , Rayyan dan Fathyan yg kerap kali kuajak dan mereka bermain pasir , ayunan dan beberapa mainan di area kolam renang apartemen ini sambil menungguku selesai mengajar .
Apartemen ini yg ke 2 tempat aku mengajar, sebelumnya adalah Apartemen Puro Casablanca.
Park In Ho ini adalah abangnya, saat itu kelas 5 di Jakarta International Korean School. Agak berbeda InnHo dengan Da Eun yang lincah energik dan penuh dengan keriangan dalam hal apapun. In Hon pendiam dan kurang percaya diri, seperti bumi dan langit keduanya, penuh juga dengan Da Eun yang sering menangis disakiti oleh abangnya.
Namun di akhir akhir setelah hampir 5 atau 4 tahun mengajar keduanya , aku bisa memahami semua yang In Ho lakukan, sebenarnya dia menyayangi Da Eun, tp memang dia belum memahami kondisi mental dan dirinya sendiri, sementara tuntutan di luar, dr sekolah dan orangtuanya kian menekan. In Ho sebenarnya adalah Special Need Children, bila saja aku saat itu sudah tau, pasti kuarahkan orangtuanya untuk ke Psikolog agar In HP bisa lebih sukses.
Park Da Eun
Anak yang cantik, yonggi semnapai, riang gembira dan hatinya amat sangat lembut. Mirip sekali dengan ibunya.
Hubunganku dengan Da Eun selalu akrab dan menggembirakan, Da Eun mempelajari semua yang lullkuberikan dengan sepenuh hati, tidak bisa dikatakan cerdas, namun Krn dia melakukannya dengan riang, jadi tersampaikan apa yang harus dipelajarinya. Awalnya Da Eun belajar , dia sudah mulai pindah ke sekolah berbahasa Inggris, itu sebabnya ibunya memintaku untuk mendampingi Da Eun yang belum bisa bahasa Inggris, dia sekolah di SIS ( Singapore Int School).
Saat itu seperti hubungan adik dan kakak. Kami jalan jalan ke Dufan dengan beberapa teman Da Eun satu apartemen yang juga les denganku. Bayangkan orangtua CEO Korea LG Innotech, membiarkan anak anaknya pergi denganku tanpa DUFAN 😂🥰…kalau saja mereka tau wahana disana, mungkin berpikir banyak …tp sepertinya tenang saja mereka melapas aku dng 5 anak mereka dr pagi hingga malam. Saat itu , ga ada telpon telpon rasanya….hehehhe, ternyata aku bisa dipercaya . Bayangkan …keluarga CEO dengan aku yg masih berusia 21 tahun sptnya saat itu
Pada Pernikahanku…semua 3 keluarga CEO Korea datang. Kaget aku….tidak menyangka.
Su Kyung dan ….
Parama Apartment
Ada 4 muridku di Apartemen ini, kelak kalau akubtemukan buku buku atau GPD papers ku dengan mereka, mungkin aku ingat nama mereka dan ceritanya.Apartemen Parama kecil unitnya, namun apartemen ini memiliki Rata sewa yang tinggi , entah kenapa.
Warnanya dulu putih dengan garis pinggir biru dan hanya ada 1 tower . Kolam renangpun semi indoor dan akuntisak pernah melihat full ke dalamnya walaupun sering mengajar di sana, Krn pijtunkeluarvke kanan, kolamnya di kiri …dan jadwalku demikian padat utk pindah apartemenengakar di tempat lain .
Hyun Jung nama dan kakaknya, aku lupa namanya mereka
Beverly Hills Apartment:
– Hwe Jung
– Ha Jun
Apartment Golf Pondok Indah :
– Lee Da Yeon
– Kim Da Hee
PAKUBUWONO RESIDENCE:
– Kim Eun Young grade 3 to grade 10
KEMANG Village Apartment
– Kevin grade 8 to 12
– Lee Ji won
– Lee
Kemang Village Apartment:
– Kim.Min Ji
– Kim.Ji.Hoon
Hamptons Apartment:
– Kim Hye Ryun
– Kim Se Jin
Bumimas Apartment:
– Raa Khee
– Oh Ryoung
– Kim Da Yeon
– Kim Ji Hae
Emerald APARTMENT:
– Lee Su Kyung grade 5. Tp Grade 9
– Lee Ji.Hoo
– Lee Seung Min Grade 9.to 12
Kintamani Apartment:
– Hyun Jung
– So Yul
Bonavussta Reiadence
– Ye Bam
– Ye Geon